Say No to BoedioNo, Say Yes Budi Anduk ?!?

Say No to BoedioNo, Say Yes Budi Anduk ?!?

budi

Gerakan Say No to BoedioNo Say Yes Budi Anduk sangat terasa di kota Bandung terkait rencana deklarasi SBY-Boediono akan dilaksanakan pada 15 Mei 2009 di Bandung. Ini tampak pada foto yang saya ambil  tadi sore di  pertigaan Jalan Taman Sari – Ganesha. Terlihat spanduk besar dan tinggi yang dipasangkan di samping depan BNI Cabang ITB – Bandung, sekitar 10 meter dari Gerbang Barat Kampus Ganesha ITB. Spanduk tersebut diprakarasai oleh Forum Peduli Bangsa (lihat spanduk bagin kiri bawah).

budi2

Tidak hanya Say No to BoedioNO, namun branding akronomin SBY-Boediono pun brkembang seperti  SBY-No atau SusBoed atau SBY-Boe (coba ketik SBY-No di search engine). Gerakan Anti Boediono pun mulai berkembang menjadi SBY-No yang dipelintir dari nama SBY-BoedioNO (Tidak untuk SBY), hal yang berbeda untuk JK-Win (JK-Menang) atau jika Megawati menyunting Prabowo dengan brandmark Mega-Pro (Pro-Mega).

Mengapa pencalonan Cawapres Boediono dari pasangan SBY mendapat reaksi yang begitu keras dari sebagian masyarakat? Mengapa pencalonan Cawapres Wiranto dari pasangan JK tidak mendapat reaksi seperti yang dialami SBY-No?

*****

Gerakan Say No to BoedioNo – Say Yes Budi Anduk pada dasarnya timbul karena Boediono dikenal sebagai ekonom kapitalis yang handal, dimana ia lebih percaya pada mekanisme pasar, sistem pasar uang dan lebih mengutamakan kepentingan pengusaha daripada rakyat kecil. Hal ini semakin memuncak tatkala Boediono disebut-sebut sebagai salah satu dari tim yang mengambil kebijakan BLBI yang merugikan negara hingga ratusan triliun. Ketika menjadi Menkeu di era Megawati, Boediono bersama Menko Perekonomian Dorodjatun dan Meneg BUMN Laksamana Sukardi mengobral BUMN-BUMN baik bank-bank BPPN maupun Indosat dan Telkom. Hal ini terkait karena Boediono sangat patuh dengan IMF dan kroninya. Namun, disisi lain sosok Boediono menjadi faktor penarik bagi investor asing yang kapitalis untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Meskipun ada gerakan Anti Boediono, walau PKS dan PAN kecewa, namun SBY akan tetap mengusung Boediono karena SBY ataupun Demokrat sudah mengeluarkan pernyataan bahwa pilihan SBY merupakan paling tepat karena didasarkan oleh shalat istikharah, yang secara tidak langsung mengatakan Boediono adalah “pilihan Tuhan“.

*****

Bagi saya pribadi, saya tidak terlalu mempermasalahkan mau siapa pendamping SBY, siapa wakil JK, siapa pasangan Mega atau siapa pasangan Prabowo. Yang penting adalah kita harus tahu profil para capres beserta cawapresnya.  Capres-Cawapres yang berani menegakkan keadilan, yang mementingkan kepentingan rakyat banyak, tidak membayar utang najis, dan mereka yang komit untuk melepaskan jabatan kepartaiannya jika terpilih sebagai Pres dan Wapres, maka pasangan itulah yang akan saya pilih. Presiden dan Wakil Presiden sesungguhnya tidak boleh memegang jabatan apapun selain jabatan kenegaraan dan pemerintahan. Ini bukan berarti saya menolak cawapres dari partai. Tidak..bukan itu maksudnya. Cawapres dari partai boleh-boleh saja, tapi ingat!! Setelah terpilih, maka ia harus melepaskan jabatannya di partai untuk menghindari konflik kepentingan. Begitu juga hal ini berlaku untuk Capres.

Dan selama gerakan Say No to Boediono masih dalam koridor kesantunan dan etika, maka wajar-wajar saja jika ada sebagian masyarakat hingga pakar ekonomi pun kecewa. Itulah hak demokrasi untuk setuju maupun berbeda pendapat asalkan tidak merugikan kepentingan khalayak ramai. Tapi,timbul dalam pikiran saya,  apakah jika saja Mega melamar Prabowo, akan ada gerakan Say No to Prabowo? Mengingat kasus 1998 dan Tim Mawar sangat dekat dengan diri Prabowo, terlebih Muchdi PR (ex. terdakwa pembunuhan Munir) berada di lingkaran dalam Partai Gerindra. Entahlah…tampaknya pasangan calon pemimpin negeri ini masih belum ideal… Harapannya, kampanye pilpres 2009 ini dapat berjalan sesuai kaidah budaya timur, nilai etos budaya Bangsa Indonesia. Tidak pula dengan kampanye negatif. Semoga berjalan damai, jujur dan terpenting adalah masyarakat harus mencari informasi sebanyak mungkin agar cerdas dan bijak saat mencontreng.

Mengenang Perjuangan Aktivis dan Mahasiswa pada 12-14 Mei 19

Satu Tanggapan to “Say No to BoedioNo, Say Yes Budi Anduk ?!?”

  1. Jika SBY-Boediono menang, mungkin Inonesia Bubar thun 2015 karena Liberalisasi yang berlebihan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: