Omong Kosong Dana Kampanye Pemilu 2009

Dari pemilu ke pemilu mestinya ada peningkatan kualitas. Kualitas itu dimulai dari pengaturan yang diformat dalam bentuk undang-undang pemilu, lalu dilihat dari sisi penyelenggaraannya yang direncankan, dilaksankan dan dikendalikan oleh KPU. Namun dalam konteks dana kampanye, hal itu takkan terjadi Pemilu 2009.

UU No. 10/2008 meningkatkan jumlah sumbangan perseorang dari Rp 100 juta menjadi Rp 1 miliar, dan sumbangan perusahaan dari Rp 750 juta menjadi Rp 5 miliar. Namun sungguh ironis, undang-undang tersebut sama sekali tidak mengetatkan pengaturan dana kampanye. Padahal prinsip transparansi dan akuntabilitas sangat menentukan kualitas proses maupun hasil pemilu modern.

Para pembuat undang-undang, yakni DPR dan pemerintah yang notabene adalah orang-orang partai, masih terkungkung kebiasaan ’main belakang’, kalau tidak boleh disebut ’bermetal korup’. Tidak ada semangat main bersih karena masing-masing tak percaya diri bahwa mereka bisa berhasil dalam permainan yang bersih. Oleh karena itu ketika mereka berdebat soal dana kampanye terlontarlah pernyataan-pernyataan menggelikan.

Saat pembahasan undang-undang (yang kemudian disahkan menjadi UU No. 10/2008), baik DPR maupun pemerintah bersikeras menolak gagasan mentransparansikan rekening dana kampanye. Waktu itu sejumlah pihak mengusulkan agar rekening dana kampanye yang dimiliki oleh masing-masing partai peserta pemilu bisa diakses oleh siapa saja.

Apa kata para politisi itu? ”Tidak bisa! Itu bertentangan dengan undang-undang perbankan.” Para pengusul pun bilang bahwa hal itu biasa saja, sebagaimana praktek yang lazim terjadi di banyak negara. Solusinya gampang, bikinlah pengaturan dana kampanye sebagai lex specialist dari undang-undang perbankan.

Jawabya pun, dang ding dung-dang ding dung gak karu-karuan. Intinya, mereka tetap menolak dana kampanye dibikin transparan. ”Kita harus menghormati pemilik rekening yang telah dijamin oleh undang-undang perbankan,” kata anggota dewan yang diamini oleh seorang menteri dari partai politik.

Nah, anehnya ketika kini Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan meminta KPU mencantumkan kewajiban penyertaan Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP bagi para penyumbang dana kampanye di atas Rp 20 juta, sebagaimana diatur dalam UU No. 6/1983 tentang perpajakan, para politisi menelan ludahnya sendiri.

Katanya, ketentuan itu tidak bisa diberlakukan dalam pemilu, karena pemilu sudah punya undang-undang tersendiri. Singkatnya, pengaturan dana kampanye telah mengecualikan dari ketentuan undang-undang perpajakan, alias berlaku asas lex specialist. Lupakan mereka dengan pernyataan sebelumnya? Jelas tidak. Mereka belum pikun. Ini soal mental saja

2 Tanggapan to “Omong Kosong Dana Kampanye Pemilu 2009”

  1. salam dari bandung
    saya suka membaca artikel anda, banyak kata menyimpan jejak..
    di negeri para bandit dimana parakoruptor tersenyum manis menunggu vonis, keadilan bukan milik kaum lemah
    artikel terbaruku ………….. perempuan pemberani
    http://esaifoto.wordpress.com

  2. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: